10 Februari 2026

IKU Diktisaintek: Kompas Transformasi Melahirkan Lulusan Berdampak

INDONESIA tengah menghadapi persimpangan sejarah yang menentukan. Di satu sisi, bonus demografi mendekat dengan janji ledakan produktivitas. Namun di sisi lain, kampus yang seharusnya menjadi peluncur harapan justru sering kali menjadi saksi bisu bagi para sarjana yang "tersingkir sebelum bertanding". Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, memberikan potret yang menggetarkan: dari 7,46 juta penganggur, lebih dari satu juta di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi (D3, S1, S2). Angka ini menyiratkan pesan pahit bahwa ijazah bukan lagi tiket emas menuju pekerjaan layak. Ironi yang menampar logika investasi pendidikan ketika banyak lulusan harus menerima pekerjaan yang jauh dari kompetensi akademiknya demi bertahan hidup. Dalam konteks kegelisahan inilah, Indikator Kinerja Utama (IKU) Diktisaintek Berdampak hadir sebagai kompas baru yang menuntut perguruan tinggi untuk tidak sekadar menghasilkan lulusan, tetapi memastikan masa depan mereka. Jebakan angka dan ilusi administratif Melalui IKU nomor 2, pemerintah menetapkan standar outcome: kampus harus memastikan lulusannya terserap kerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha dalam kurun waktu 12 bulan setelah lulus.

Secara gagasan, ini adalah ide lama yang berpotensi menjadi lompatan besar dari sekadar menghitung "jumlah toga" menjadi menghitung "nasib manusia". Namun, di balik ambisi tersebut, tersimpan jebakan birokrasi yang nyata jika angka menjadi satu-satunya yang utama. Ada risiko di mana tracer study bergeser dari alat refleksi kritis kurikulum menjadi sekadar kewajiban administrasi. Alumni sering kali dikejar untuk menjawab survei meskipun status pekerjaan mereka bersifat sementara atau tidak relevan dengan bidang studinya. Jika kita tidak berhati-hati, definisi "bekerja" akan menjadi terlampau sederhana hanya untuk mengukur kesuksesan pendidikan yang begitu kompleks.

BACA SELENGKAPNYA DI : https://www.kompas.com/edu/read/2026/02/03/145638871/iku-diktisaintek-kompas-transformasi-melahirkan-lulusan-berdampak?page=all#page2.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sebelum memberi komentar mohon awali dengan menuliskan data sbb : nama/npm/kelas kuliah/absensi kuliah